Karena cenderung tidak stabil, maka cinta seperti ini rentan untuk membuat hubungan sangat mudah kandas.
8. Cinta sejati

ilustrasi pasangan romantis (pexels.com/Leeloo The First)
Jenis cinta terakhir menurut Robert ialah cinta sejati. Jenis cinta ini merupakan yang paling sempurna, di mana ketiga komponen dasar cinta, komitmen, keintiman, dan gairah hadir dalam hubungan. Jenis cinta ini juga biasa diartikan sebagai cinta tanpa syarat, yang menjadi dasar hubungan yang kokoh.
Jenis cinta berdasarkan mitologi Yunani

ilustrasi pasangan romantis (freepik.com/freepik)
Selain dilihat dari sudut pandang psikologi, terdapat jenis cinta populer yang didasarkan oleh mitologi Yunani, di antaranya:
- Eros, merupakan cinta atas dasar dorongan hasrat, yang ditandai dengan ketertarikan fisik dan keinginan untuk terhubung secara emosional yang intens di antara dua orang. Kata eros sendiri berasal dari nama dewa cinta dan kesuburan berdasarkan mitologi Yunani kuno. Cinta eros biasanya dirasakan oleh seseorang yang berada di awal hubungan romantis, misalnya seseorang yang baru berkencan, maupun menikah.
- Philia, diartikan sebagai cinta non-romantis dengan rasa kasih sayang yang tulus. Sedangkan menurut filsuf Yunani, Aristoteles, philia dapat diterjemahkan sebagai persahabatan dan cinta yang mampu mendorong seseorang untuk mencapai potensi tertingginya sebagai manusia. Philia hadir di dalam hubungan keluarga, maupun pertemanan, yang ditandai dengan rasa saling menghargai dan saling dukung. Jenis cinta ini dapat semakin menguat ketika seseorang mempunyai kesamaan minat, pengalaman, serta nilai yang selaras dengan orang lain.
- Storge, adalah kasih sayang yang biasa dirasakan di antara anggota keluarga, seperti orang tua kepada anaknya, seorang kakak pada adiknya, dan hubungan kekeluargaan lainnya. Storge muncul secara alami dan tanpa paksaan, yang mengembangkan perasaan aman dan diterima pada setiap anggota keluarga. Tapi, sebagian orang juga dapat merasakan jenis cinta storge di luar hubungan keluarganya, misalnya kepada sahabat yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri.
- Ludus, adalah cinta yang terasa kasual dan menyenangkan, serta bersifat tidak mengikat yang kerap hadir di dalam fase awal masa penjajakan. Cinta ini dirasakan ketika seseorang memberikan rayuan yang spontan, maupun menunjukkan tingkah jahil kepada lawan jenis. Oleh karenanya, ludus hanya fokus pada menciptakan kegembiraan di suatu situasi, tanpa melibatkan keterhubungan secara emosional yang mendalam dengan seseorang.
- Pragma, diartikan sebagai cinta abadi yang hanya bisa hadir ketika seseorang telah berada dalam hubungan serius dengan pasangannya selama bertahun-tahun. Cinta ini dilandasi dengan kemauan untuk menjaga keharmonisan dan kedalaman hubungan dari kedua belah pihak.
- Philautia, merupakan rasa cinta terhadap diri sendiri alias self-love. Kendati demikian, terdapat dua tipe philautia, yakni cinta positif dan negatif. Untuk cinta positif ialah saat seseorang dapat menerima dan memperlakukan dirinya sendiri dengan baik. Namun untuk tipe lainnya, rasa cinta ini ditandai dengan sifat egois dan arogan.
- Agape, ialah jenis cinta tanpa syarat, atau cinta yang tidak mementingkan diri sendiri, tanpa meminta balasan, serta melibatkan pengorbanan diri terhadap orang lain. Ini merupakan cinta yang dapat ditunjukkan kepada siapapun, bukan hanya orang-orang terdekat, seperti pasangan, keluarga, ataupun sahabat
- Mania, adalah cinta dengan karakteristik yang toxic, seperti sikap posesif, obsesif, dan kecemburuan yang berlebihan. Cinta ini hadir akibat dari rasa rendah diri yang dirasakan seseorang, sehingga ia cenderung terhadap pasangannya untuk menentukan nilai diri.
Itulah penjelasan mengenai apa itu arti cinta dalam psikologi beserta jenisnya. Bagaimana menurutmu?
sumber: popbela










