Kehadiran aparat dalam jumlah besar ini menjadi penanda keseriusan negara dalam mencegah gangguan keamanan terulang, sekaligus memberikan rasa aman bagi civitas akademika, wisudawan, dan keluarga yang akan menghadiri prosesi kelulusan.
“Pengamanan tidak hanya bersifat statis di kampus, tetapi juga dilakukan secara mobile untuk mengantisipasi potensi gangguan,” kata Yoga.
Ketegangan Sempat Memanas
Pengamanan ketat dilakukan menyusul insiden bentrokan yang terjadi Jumat siang di kawasan pertigaan Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji. Dua kelompok pemuda terlibat aksi saling lempar batu dan dilaporkan membawa senjata tajam.
Kericuhan tersebut sempat meluas hingga ke pertigaan Air Besar (Arbes), tepat di depan sebuah minimarket, dan memicu kepanikan warga sekitar. Aparat keamanan bergerak cepat melakukan penyekatan, membubarkan massa, dan mencegah bentrokan meluas ke kawasan permukiman.
“Situasi saat ini sudah kondusif,” tegas Kapolresta.
Meski berhasil diredam, bentrokan tersebut menyisakan dampak. Sebanyak 13 orang dilaporkan mengalami luka, diduga akibat senjata tajam. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit dan mendapat penanganan medis.
Harapan Agar Kampus Kembali Menjadi Ruang Ilmu
Di tengah bayang-bayang konflik yang sempat mencuat, aparat keamanan menegaskan bahwa agenda wisuda tetap berjalan sesuai rencana. Harapannya sederhana namun mendasar: hari bahagia para wisudawan tidak ternodai oleh kekerasan, dan kampus kembali menjadi ruang ilmu pengetahuan, bukan arena benturan.









