Arahan Wali Kota Maurits buat Kendalikan Inflasi di Bitung

oleh -8 Dilihat

“Sebulan terakhir kita mengalami kenaikan angka inflasi. Walaupun masih relatif landai, angka masih di 5,95 persen. Bukan untuk menakut-nakuti, namun untuk antisipasi agar tidak terjadi krisis atau inflasi bukan hanya untuk pemerintah pusat tapi juga daerah,” ujar Tito.

“Teman-teman kepala daerah mohon bekerja sama dengan pihak terkait dalam hal ini. Lakukan rapat seminggu sekali agar paham masalah ini dan bisa melakukan intervensi secara detail. Agar minggu depan bisa melakukan update lagi dan kita semakin membaik dan semoga inflasi di Indonesia ini semakin terkendali,” imbuhnya.

Tito juga mengatakan kenaikan harga beras dan keledai harus diwaspadai. Ia mengatakan perlu adanya sistem yang mampu memberikan informasi harga pangan yang terintegrasi.

Baca Juga  Oliver Stone Kritik Keras AS: Punya Nafsu Berperang, Konflik Lebih Besar Bisa Terjadi

“Perlu diwaspadai kenaikan beras dan kedelai. Perlu adanya sistem informasi harga pangan yang terintegrasi. Terdapat 5 komoditas tambahan dalam 20 wajib bps. Udang, tahu mentah, pisang, susu bubuk balita, dan jeruk,” ucapnya.

“Perlu diperhatikan pelaporan upaya penanganan inflasi daerah. Harga kedelai dan tempe serta tahu mentah juga perlu diperhatikan perkembangan harga di daerah,” tambah Tirto.

Disebutkan Offtaker dalam wilayah yang dituju juga harus diperhatikan agar saat fasilitasi distribusi pangan bisa berjalan dengan baik. Hal ini diharapkan berjalan efektif sampai dengan momen nataru. Pemerintah harus memiliki cadangan pangan sesuai dengan Perpres.