“AS bersama rakyat Burma dalam mengejar kebebasan dan demokrasi. Kami menyerukan kepada junta untuk menghormati aspirasi demokrasi rakyat di mana mereka tidak ingin hidup di bawah kekuasaan militer,” tukas Blinken lagi.
AS juga telah mengeluarkan serangkaian sanksi sejak junta militer menggulingkan Aung San Suu Kyi. Meski hanya ada sedikit kemajuan, Blinken berjanji bahwa AS akan terus menekan Myanmar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price mengungkapkan aksi eksekusi mati oleh junta Myanmar ini merupakan teguran untuk ASEAN.
“Eksekusi ini adalah ‘teguran langsung’ untuk ASEAN dan ketuanya saat ini, Kamboja,” ujar Price.
Ia menambahkan, AS kini sedang menggodok langkah-langkah baru guna menambah sanksi ekonomi kepada Myanmar.
“Kami mendesak semua negara untuk tidak menjual peralatan militer ke Myanmar dan menahan diri untuk menghadirkan junta dalam konteks internasional, di tingkat apapun,” pungkas Price.
(red/Idn-times)




