Astaga! Rp 6 M Dana BOS Dipihak Ketigakan Dikbud Halsel, Sejumlah Sekolah Terkendala Hadapi ANBK

oleh -220 views
Link Banner

Porostimur.com – Labuha : Semangat pemberantasan korupsi di jajaran pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan yang digalakkan dengan kencang oleh Bupati Hi. Usman Sidik rupanya tidak diindahkan oleh sejumlah oknum pimpinan SKPD bahkan semangat korupsi tumbuh subur dalam kebijakan SKPDnya.

Hal tersebut paling tidak terlihat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan yang dipimpin oleh Safiun Rajulan, S.Pd, M.Si.

Kadis diduga menjadi motor penggerak hidupkan budaya korupsi dilingkungan dinas yang dipimpinya. Pasalnya beragam kebijakan yang ditelurkan Safiun Rajulan sepertinya hanya mengejar fee kegiatan.

Kebijakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Halsel pun dikeluhkan para Kepala Sekolah, di antaranya terkait penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi.

Hal itu disampaikan langsung beberapa kepala sekolah yang namanya tidak ingin dipublis.

Kepada jurnalis porostimur.com, sejumlah kepala sekolah mengeluhkan kebijakan Dinas Pendidikan. Mereka berharap di masa kepemimpinan Usman Sidik – Hasan Ali Bassam Kasuba, budaya lama dapat ditinggalkan, namun ternyata jauh lebih parah.

Baca Juga  Update Covid-19 Maluku: 160 Positif, 27 Sembuh, 7 Wafat

“Di era ini lebih ganas dari kepemimpinan sebelumnya,” ucap sejumlah kepala sekolah yang ditemui media ini beberapa hari lalu.

Salah satu kepsek yang meminta agar namanya tidak dimediakan, dengan tegas menyesalkan sikap Kadis Pendidikan yang maju mundur.

Ia menjelaskan pada tanggal 14 September 2021 dalam sosialisasi dana BOS Afirmasi, Kadis Safiun Rajulan telah menyampaikan bahwa BOS Afirmasi dibelanjakan langsung oleh kepala sekolah masing-masing sesuai kebutuhan.

“Berhubung karena dana BOS Afirmasi telah masuk direkening sekolah pada tanggal 6 September 2021 dengan jumlah Rp. 40.000.000 per sekolah maka kami optimis menghadapi ujian Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), berbagai kebutuhan sekolah dapat teratasi. Namun sayang seribu sayang berselang dua hari dari sosialisasi, kami diperintahkan untuk tidak belanja sendiri, semua belanja barang sekolah di handle oleh pihak Dikbud,” urainya.

Baca Juga  Munir dan Ambon Gila

Kata dia, seluruh kebutuhan belanja diatur oleh pihak Dikbud Halsel yang bekerja sama dengan PT. Inovasi Cipta Selaras. Ada beberapa jenis barang punya kami sudah ada, oleh Dikbud kami tetap dipaksa untuk menerimanya ini kan mubajir,” kesalnya.

Dia pun merinci seluruh daftar belanja yang diatur oleh Dikbud Halsel : 1. Sofware Buku Digital Rp. 150.000, 2. Chromebook (laptop) Rp. 7.450.000, 3. Connektor C from USB dan HDMI Rp. 275.000, 4. Projektor Infokus Ins114XV/Ins112/XV Rp. 7.500.000, 5. Printer Epson L3110 Rp. 4.750.000, 6. Laptop Core i3 Rp. 10. 750.000,  7. Screen Projektor Tripod Rp. 1.700.000, 8. CCTV 8 Chanel Rp. 9.500.000, 9. Rauter D-link Rp.1.650.000, 10. Server Ram 16 GB Room 1TB HDD SATA PowerEdege T40 Server Rp. 20. 000.000″.

Baca Juga  Minim Data, Pemprov Sulit Deteksi Kecurangan Pajak Air Permukaan

Untuk diketahui, jumlah sekolah penerima BOS Afirmasi di Kabupaten Halmahera Selatan tahun anggaran 2021 sebanyak 157 sekolah dengan rincian 42 sekolah ditingkat SMP sisanya tingkat SD dengan total dana Rp. 6.280.000.000.

Karena dana BOS Afirmasi diserahkan ke pihak ketiga dalam hal ini CV. Inovasi Cipta Selaras media ini menghimpun data dari berbagai sumber pihak dikbud Halsel diduga bakal menerima fee belanja sebesar 10 % (Rp. 628.000.000) dari pihak penyedia dalam hal ini PT. Inovasi Cipta Selaras.

Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan, Safiun Rajulan, saat dikonfirmasi porostimur.com, Kamis (21/10/2022) melalui pesan WhatsApp, tidak menanggapi pernyataan yang diajukan wartawan. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.