Porostimur.com – Labuha : Semangat pemberantasan korupsi di jajaran pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan yang digalakkan dengan kencang oleh Bupati Hi. Usman Sidik rupanya tidak diindahkan oleh sejumlah oknum pimpinan SKPD bahkan semangat korupsi tumbuh subur dalam kebijakan SKPDnya.
Hal tersebut paling tidak terlihat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Selatan yang dipimpin oleh Safiun Rajulan, S.Pd, M.Si.
Kadis diduga menjadi motor penggerak hidupkan budaya korupsi dilingkungan dinas yang dipimpinya. Pasalnya beragam kebijakan yang ditelurkan Safiun Rajulan sepertinya hanya mengejar fee kegiatan.
Kebijakan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Halsel pun dikeluhkan para Kepala Sekolah, di antaranya terkait penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi.
Hal itu disampaikan langsung beberapa kepala sekolah yang namanya tidak ingin dipublis.
Kepada jurnalis porostimur.com, sejumlah kepala sekolah mengeluhkan kebijakan Dinas Pendidikan. Mereka berharap di masa kepemimpinan Usman Sidik – Hasan Ali Bassam Kasuba, budaya lama dapat ditinggalkan, namun ternyata jauh lebih parah.
“Di era ini lebih ganas dari kepemimpinan sebelumnya,” ucap sejumlah kepala sekolah yang ditemui media ini beberapa hari lalu.










