Atasi Sampah Sungai, Pemkot Ambon Bisa Tiru Cara Ini

oleh -78 views
Link Banner

Untuk mengatasi banjir, pemerintah Australia menemukan cara yang sangat inovatif dan berdampak postif bagi lingkungan..

@porostimur.com | Ambon: Di Kota Ambon, banjir menjadi masalah tahunan yang belum sepenuhnya bisa diatasi.

Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota untuk mencegah bencana ini, dimulai dari pemeliharaan, perbaikan, dan normalisasi kawasan aliran sungai, daerah tampungan air, serta drainase dan fasilitas penunjang lainnya.

Namun tetap saja, kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih menjadi masalah yang utama.

Link Banner

Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Ambon. Masyarakat di berbagai kota di Indonesia juga masih memiliki kesadaran yang kurang untuk tidak membuang sampah sembarangan.  

Di Australia, tepatnya di Kota Kwinana, otoritas di sana menerapkan cara yang sangat inovatif untuk mengatasi sampah, yakni dengan menciptakan sistem penyaringan atau “perangkap” sampah yang dipasang di sungai lokal wilayah hijau Henley Reserve.

Baca Juga  Puisi-Puisi Vick Rahantan

Dilansir kanal tirto.id, pemerintah kota mulai dengan memasang 2 jaring. Hanya dalam beberapa pekan saja, mereka takjub melihat sistem penyaringan baru mereka berhasil menangkap lebih dari 800 pon (362,8 kg) sampah.

Akhirnya otoritas Kwinana memutuskan untuk memasang perangkap sampah itu di seluruh kota untuk meminimalkan pencemaran terhadap satwa liar dan lingkungan sekitarnya.

Pembuatan jaring ini membutuhkan biaya sekitar US $10.000 (Rp145,4 juta) per unit. Meskipun terhitung besar, biaya keseluruhan pembuatan jaring ini masih cukup menguntungkan karena mereka memberikan penghematan biaya yang signifikan ke depan.

Misalnya, sebelum menerapkan sistem ini pihak pemerintah harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membayar tenaga kerja yang mengumpulkan semua sampah secara manual.

Baca Juga  Demokrat Sula Sayangkan Ucapan Nurrohmah

Ketika jaring penuh, semua sampah diangkat dan dibuang ke truk pengumpul sampah khusus lalu diangkut ke pusat pemilahan sampah. Di sana, semuanya dipisahkan menjadi bahan yang tidak dapat di daur ulang dan di daur ulang. Selanjutnya, jaring-jaring tersebut ditempatkan kembali ke pipa drainase dan mulai melakukan tugasnya kembali. (red)