Awal Tahun 2022, Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Ambon

oleh -53 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan, di awal Tahun 2022 perkembangan kasus covid-19 di Kota Ambon tidak ada.

“Tak ada kasus covid-19 di rumah sakit maupun yang isolasi mandiri,” ungkapnya kepada wartawan usai apel awal tahun di halaman belakang Balai Kota Ambon, Senin (3/1/2021).

“Sampai sekarang tidak ada pasien yang di rawat di RS maupun isolasi mandiri,” kata Pelupessy

Walaupun begitu kata Pelupessy warga tak boleh lengah mengingat di Tahun 2021 total sebanyak 8.880 kasus terkonfirmasi di Kota Ambon.

“Untuk perkembangan kasus covid, satu tahun kemarin 8.880 yang terkonfirmasi,”jelasnya

Sementara 8.714 yang sembuh dan sebanyak 166 pasien yang meninggal dunia.

Baca Juga  Nakes di Kota Ambon Akan Divaksinasi Tahap Tiga Dengan Vaksin Moderna

“Sedangkan yang sembuh 8.714, meninggal 166,” lanjutnya.

Pelupessy berharap kasus covid-19 di Kota Ambon tetap terkontrol dan tak ada lagi penambahan kasus.

Terapkan Sistem Jemput Bola Untuk Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Terkait vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun, Wendy Pelupessy mengatakan, Dinkes kota Ambon akan menerapkan sistem jemput bola.

“Vaksinasi yang akan dilakukan di setiap sekolah didampingi orang tua. Jadi kalau orang tua belum vaksin, maka bisa vaksinasi di sekolah lokasi vaksin anak,” katanya.

Wendy mengatakan, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di kota Ambon akan dimulai Januari 2022, tidak menggunakan pendekatan vaksinasi sentral atau terpusat, tetapi akan dilaksanakan secara mobile atau dengan sistem jemput bola ke sekolah–sekolah.

Baca Juga  Shin Tae-yong Punya Alasan untuk Konfiden Hadapi Thailand

ia menambahkan, Ambon merupakan satu- satunya kota di provinsi Maluku yang akan melaksanakan vaksinasi anak, karena cakupan vaksinasi dosis pertama lebih dari 70 persen.

Selain itu, Puskesmas akan melakukan sosialisasi ke setiap sekolah di wilayah kerjanya sehingga para guru bisa menyiapkan siswa.

Dinas Pendidikan juga telah mengimbau kepada kepala sekolah dan guru untuk melaksanakan vaksinasi.

“Guru yang tidak vaksin tidak diperbolehkan mengajar tatap muka, tetapi mengajar secara online,” pungkasnya. (Tika)

No More Posts Available.

No more pages to load.