Awas! 6 Gejala Baru Virus Corona

oleh -633 views
Link Banner

Porostimur.com | Atalanta: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengonfirmasi enam gejala Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2.

Salah satu kesulitan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 adalah gejala yang tidak jelas dan beragam yang ditunjukkan oleh pasien terinfeksi.

Dengan masa inkubasi sekitar lima hari, orang yang terinfeksi virus corona bisa menularkan penyakit ke orang lain, jauh sebelum mereka menyadari terinfeksi dan menunjukkan gejala.

Kondisi kesehatan orang yang terinfeksi corona bisa berbeda satu dengan yang lain.

Bisa saja pasien positif Covid-19 mengalami pneumonia atau peradangan paru-paru akut, sementara yang lain tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Hal inilah yang membuat identifikasi virus corona sangat sulit.

Baca Juga  Kasus Positif Virus Corona di Indonesia Kini Capai 2.491

Sebelumnya disebutkan gejala utama Covid-19 adalah demam, batuk, dan sesak napas.

Ketika pandemi terus berlangsung, gejala-gejala baru dari pasien terinfeksi bermunculan.

Hal inilah yang membuat CDC menambahkan enam gejala baru untuk Covid-19.

Berdasarkan The Washington Post, Selasa (28/4/2020), gejala-gejala yang bisa muncul ketika 2-14 hari terinfeksi virus corona adalah:

  • Panas dingin
  • Menggigil
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan rasa atau indera penciuman

CDC menyatakan bahwa gejala tambahan ini sesuai dengan kondisi penderita Covid-19.

“Kita dapat mengatakan dengan yakin bahwa 6 gejala ini sesuai dengan Covid-19,” ujar CDC.

Mario Ramirez, seorang dokter ruang UGD mengatakan bahwa frekuensi gejala pada penyakit baru ini bisa berubah seiring waktu. Bahkan pada penyakit berulang seperti influenza musiman.

Baca Juga  Danlantamal IX Pimpin Serah Terima Jabatan Danpomal

Ramirez juga mengatakan kepercayaan diri CDC berkaitan dengan meningkatnya pasien yang dirawat karena Covid-19 di Amerika Serikat.

Gejala kehilangan rasa dan indera penciuman sudah diketahui muncul sekitar pertengahan bulan Maret lalu.

Studi pada pasien Covid-19 di Eropa menemukan bahwa antara 85,6 hingga 88 persen pasien melaporkan disfungsi penciuman atau anosmia serta gangguan fungsi pencernaan.

Sedangkan gejala kelelahan sebelumnya tidak terdapat di list CDC, namun ini terjadi pada pasien Covid-19.

Para ahli kesehatan mencatat Covid-19 ini telah menyerang banyak organ tubuh. Beberapa yang bisa terdampak antara lain jantung, otak, dan paru-paru.(red/rtm/kompastv)