Perlu Diimbangi Reformasi Domestik
Meski dinilai positif, Ridho mengingatkan bahwa kerja sama ini tidak boleh berdiri sendiri. Tanpa penguatan sektor domestik, tambahan pasokan hanya akan menjadi solusi jangka pendek.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan lifting migas, modernisasi kilang, efisiensi konsumsi BBM, hingga pengembangan bioenergi dan elektrifikasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Dimensi Politik Global Tak Terelakkan
Pandangan senada disampaikan dosen kebijakan publik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ahmad Nizar Hilmi. Ia menilai kerja sama energi ini juga tidak lepas dari dinamika geopolitik global.
“Kerja sama pasokan energi dengan Rusia perlu dibaca bukan sekadar solusi teknokratis, tetapi juga bagian dari dinamika ekonomi-politik energi global,” ujarnya.
Menurutnya, langkah pemerintah tetap relevan dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga di tengah tekanan global yang berpotensi memicu inflasi.
Keseimbangan Jangka Pendek dan Panjang
Dengan berbagai tantangan yang ada, sektor energi dinilai membutuhkan keseimbangan antara strategi jangka pendek dan reformasi jangka panjang. Tujuannya agar Indonesia tidak hanya bergantung pada impor, tetapi mampu membangun kemandirian energi secara berkelanjutan.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









