Bahlil Tegaskan Golkar Bukan Partai untuk Mengejar Jabatan Presiden dan Wakil Presiden

oleh -18 Dilihat
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin itu tidak didirikan semata-mata untuk mengantarkan ketua umumnya menjadi presiden atau wakil presiden.

Bahlil juga menyinggung perjalanan sejarah Golkar sejak berdiri pada 1964 dan mengikuti Pemilu 1971. Ia menyebut belum pernah ada ketua umum Golkar yang menjabat sebagai presiden, sementara Soedharmono menjadi salah satu tokoh yang pernah memimpin Golkar sebelum menjabat wakil presiden.

“Sejak lahir tahun ’64, pemilu tahun ’71, belum pernah ada ketua umumnya yang menjadi presiden. Dan satu-satunya Ketua Umum Partai Golkar yang jadi ketua umum dulu baru jadi wapres adalah Pak Soedharmono,” ujarnya.

Bahlil Sebut Golkar Berorientasi pada Politik Kesejahteraan

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa Golkar memiliki orientasi politik yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Salah satu target organisasi, menurutnya, adalah memperkuat perolehan kursi di DPR dalam setiap penyelenggaraan pemilu.

Baca Juga  Kantah Maluku Tengah Sosialisasikan PERINTIS 10 Hari, Percepat Layanan Peralihan Hak Tanah

Ia menjelaskan, sejak awal pembentukannya, Golkar memiliki sejarah sebagai golongan penyeimbang dalam dinamika politik nasional. Setelah reformasi dan Pemilu 1999, Golkar bertransformasi menjadi partai politik, tetapi menurut Bahlil, orientasi dasarnya terhadap kesejahteraan tidak berubah.

“Nah jadi jelas ya, Partai Golkar partai yang sejak sebelum kami lahir, didirikan untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik sebenarnya dulunya. Tapi pemilu ’99 reformasi harus menjadi partai politik, tapi doktrinnya, tujuannya enggak berubah, menjadi politik kesejahteraan,” kata dia.

No More Posts Available.

No more pages to load.