Ia menjelaskan, penentuan calon wakil presiden biasanya dilakukan menjelang pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden. Proses tersebut, kata dia, membutuhkan pembicaraan dan kesepakatan di antara partai-partai yang tergabung dalam koalisi pengusung.
Doli juga menilai keputusan mengenai calon wakil presiden perlu mempertimbangkan pandangan calon presiden yang akan diusung.
“Kan enggak mungkin kalau kami sekarang mencalonkan Pak Prabowo, di mana dalam situasi sekarang kita semua fokus untuk menjalankan pemerintahan ini, Pak Prabowo kita tanya, ‘Pak, kira-kira nanti wakil presidennya siapa?’ Pasti di ujung, gitu. Makanya sampai sekarang kalau Golkar belum mau bicara tentang wakil presiden,” tuturnya.
Meski belum menentukan nama, Doli membuka kemungkinan Golkar kembali mendukung pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2029. Namun, ia menegaskan bahwa peluang tersebut bergantung pada keberhasilan pemerintahan yang sedang berjalan.
“Artinya kan pemerintahan ini sukses itu pimpinannya Pak Prabowo-Gibran, patut dipertimbangkan untuk kemudian direkomendasikan bersama-sama lagi,” ucap Doli.
Ia menambahkan, Golkar akan memprioritaskan dukungan terhadap pemerintahan saat ini sebelum membicarakan lebih jauh komposisi pasangan calon yang akan diusung pada pemilu mendatang.









