Bantah Terlibat Dugaan Transaksi Minyak di Kobisadar, PLN Tegaskan Distribusi BBM Operasional Sesuai GCG

oleh -23 Dilihat
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara menegaskan tidak terlibat dalam dugaan transaksi maupun pemindahan bahan bakar minyak (BBM) di perairan Kobisadar yang belakangan dikaitkan dengan perusahaan. PLN memastikan kedua kapal yang disebut dalam pemberitaan tidak sedang menjalankan distribusi BBM milik PLN.

Porostimur.com, Ambon – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara menegaskan tidak terlibat dalam dugaan transaksi maupun pemindahan bahan bakar minyak (BBM) di perairan Kobisadar yang belakangan dikaitkan dengan perusahaan. PLN memastikan kedua kapal yang disebut dalam pemberitaan tidak sedang menjalankan distribusi BBM milik PLN.

Penegasan tersebut disampaikan Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIW Maluku dan Maluku Utara M. Syaiful Ali, sebagai respons atas pemberitaan yang menghubungkan aktivitas Kapal Landeng dan kapal Asia Pesona dengan distribusi BBM untuk operasional PLN.

Menurut Syaiful, informasi yang mengaitkan perusahaan dengan dugaan transaksi minyak tersebut tidak benar dan tidak didukung fakta.

Baca Juga  Tiga Jabatan Strategis Polres Kepulauan Sula Berganti, Kapolres Tekankan Sinergitas

“Pada prinsipnya, pemberitaan yang menyebut keterlibatan PLN adalah tidak benar. Kedua kapal tersebut tidak melakukan distribusi BBM milik PLN, sehingga tidak tepat apabila dikaitkan dengan operasional distribusi BBM PLN,” tegasnya.

Ia menilai penyampaian informasi tanpa didasarkan pada data dan fakta yang akurat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak membangun opini maupun menyampaikan informasi yang menyesatkan masyarakat. Kritik tentu merupakan bagian dari kontrol publik, tetapi harus didasarkan pada data, fakta, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi ataupun spekulasi,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.