“Kalau misalkan ada pansos pasti ada nama, ada yang mau bayar dan dibayar,” lanjutnya.
Irma menambahkan, ketika seorang artis mendapat tawaran atau meminta pansos banyak hal yang harus ia pikirkan.
Menurutnya ada resiko yang dapat ditimbulkan dari pansos itu sendiri.
Satu contohnya bisa menghancurkan karir yang sudah susah payah dibangun selama ini.
“Kita harus berfikir 1000 langkah ke depan,” ujar Irma.
Ira juga menilai jika pansos merupakan strategi marketing seorang artis untuk memperoleh popularitas.
Namun, dengan pansos tidak cukup untuk menjaga eksistensi artis di panggung hiburan.
Menurut Irma, kualitas seorang artis menjadi modal utama supaya ia bisa bertahan.
“Pansos cuma sementara mengangkat nama doang, kembali ke kuallitas,” tutupnya.
Pandangan Penggiat Sosmed
Penggiat media sosial, Damar Juniarto melihat fenomena tersebut sebagai marketing gimmick.
Menurutnya, fenomena pansos sudah terjadi di dunia hiburan sejak dahulu.
“Di zaman TV sudah terjadi,” ujarnya.
“Udah gak perlu 15 menit kelamaan, cukup 15 detik,” kata Damar.
Ia menganggap jika marketing gimmick diperlukan dalam menjajaki karie di dunia hiburan.Fenomena ini juga seolah didukung dengan pasar yang ada di masyarakat Indonesia.




