“Tidak apa-apa, Saya jalani saja dengan sabar dan berserah. Kan Tuhan tidak buta juga tidak tidur,” ungkapnya.
Barnabas sungguh tidak mempermasalahkan apa yang dialaminya. Dia justru meminta agar tidak perlu dibesar-besarkan.
Ditanya apa permintaannya selama dua tahun menjadi wakil gubernur Maluku namun tidak pernah dipenuhi oleh para bawahannya, Barnabas mengaku Ia punya dua permintaan yang hingga kini tak kunjung dipenuhi. Padahal selaku wakil gubernur, Dia sudah berulangkali memintanya Sekretaris Daerah, Kasrul Selang dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Maluku.
“Iya ada dua hal kecil saja yang saya minta. Pertama Laptop untuk Saya pakai bekerja dan kedua sepeda motor untuk keperluan rumah tangga di rumah dinas wakil gubernur,” ujarnya.
Barnabas mengaku dirinya pernah diberikan laptop ketika awal-awal menjabat, namun laptop tersebut telah rusak, sehingga Ia terpaksa meminjam laptop milik anaknya kalau bekerja.
Sedangkan sepeda motor itu untuk dipakai oleh pegawai rumah tangga yang akan berbelanja ke pasar atau kebutuhan lain rumah dinas wakil gubernur, karena selama ini, para pegawai rumah tangga selalu meminjam sepeda motor milik Satpol PP yang berjaga di kediaman wakil gubernur.
Barnabas mengaku miris, sebagai orang nomor dua di provinsi ini, keinginan dan permintaannya yang sudah disampaikan berulang-ulang tak bisa juga dipenuhi.




