Yang paling istimewa dari tradisi Basoma di Batang Dua adalah budaya berbagi. Hasil tangkapan yang melimpah tidak dinikmati sendiri. Setelah tiba di daratan, ikan-ikan segar itu tidak semuanya dijual. Sebagian akan dibagikan kepada tetangga, terutama mereka yang kurang beruntung atau yang tidak bisa melaut pada hari itu.
“Ini berkat dari Allah, harus dibagi,” ucap Pak Soma seringkali. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun, menjadi perekat kebersamaan di dua pulau kecil itu.
Kebahagiaan mereka bukan hanya terletak pada hasil tangkapan yang banyak, melainkan juga pada kebersamaan dan rasa saling membantu.
Ikan-ikan yang dibagikan itu kemudian diolah menjadi hidangan lezat, disantap bersama, menambah kehangatan keluarga dan persahabatan.
Basoma di Pulau Batang Dua adalah cerminan hidup yang harmonis dengan alam, sebuah kisah tentang kegigihan yang tak pernah padam, dan keindahan berbagi yang tak terhingga.
Di sana, setiap lemparan jaring adalah harapan, dan setiap tangkapan adalah berkat yang patut disyukuri bersama. Walau laut mungkin bisa bergelora, musim bisa berganti baik dan buruk, tetapi semangat mereka tak pernah padam.
Sambil percaya, di balik setiap badai, pasti ada pelangi. Di balik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Bagi nelayan, laut bukan hanya tempat mencari ikan, tetapi juga sekolah kehidupan yang mengajarkan tentang kesabaran, kegigihan, dan arti sejati kebersamaan. (*)








