Bawa Nama Kesultanan Bacan, Sejumlah Oknum Bajak Kapal Nelayan Bagan di Perairan Nusa Ra

oleh -24 views

Porsotimur.com, Labuha – Berdalih diperintah Kesultanan Bacan, sejumlah oknum melakukan pembajakan terhadap kapal nelayan bagan di perairan antara Pulau Nusarl Ra dan Desa Tanjung Obit, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Sejumlah oleh oknum yang diduga dalam kondisi mabuk minuman keras memotong tali bahan milik nelayan, pada Selasa 20 September, sekitar pukul 11:30 WIT malam.

Acan salah satu warga Dusun Torosubang Desa Bajo, sapaan akrabnya yang juga nahkoda di salah satu bagan milik warganya, saat ditemui Porostimur.com, Kamis (22/9/2022) menjelaskan bahwa para oknum pembajakan kapal bagan itu berjumlah kurang lebih sebelas orang. Mereka dengan dalil atas perintah pihak Kesultanan Bacan, melakukan pengusiran terhadap sujumlah bagan yang hendak berlabuh di perairan Nusa Ra dan Desa Tanjung Obit.

“Mereka datang langsung potong tali jangkar bagan dengan alasan atas perintah pihak Kesultanan Bacan. Padahal kami hanya mencari ikan di seputaran situ, tetapi mereka datang tanpa banyak basa-basi langsung kasih putus tali bagan bahkan sempat ngamuk di atas bagan”, tukas Acan.

Tidak hanya satu bagan yang dibajak serta diusir tetapi terdapat ada enam kapal bagang yang diusir. Antara lain 1.fara quin, 2. Joronga, 3. SP 02.

Selain memotong tali jangkar, mereka juga melakukan pengancaman yang dilontarkan para oknum itu yakni 1.Safitri Utama, 2. SP 03, dan ke 3. Bagan pak ishol mubarok.

Atas kejadian tersebut pemilik bagan dan nahkodanya meminta agar para oknum tersebut segera dipanggil oleh pihak kesultanan Bacan untuk meminta pertanggung jawaban aksi pemotongan tali jangkar.

“Kami tidak menyalahkan pihak Kesultanan Bacan, tapi kami menyesali oknum pembajakan yang mengatasnamakan pihak kesultanan,” ujarnya.

Ketua BPD Desa Bajo, Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, Afrisal Daeng Palulu mengatakan pemilik kapal bagan dan sejumlah anak buahnya sudah menemui pihak kesultanan namun keterangan yang diberikan pihak Kesultanan Bacan (Jogugu) bahwa pihaknya tidak pernah memerintahkan orangnya untuk melakukan aksi yang tidak manusiawi tersebut.

“Atas kejadian ini saya bersama masyarakat nelayan serta beberapa pemilik bagan berharap agar Jogugu Kesultanan Bacan dapat memanggil oknum-oknum tersebut agar mempertangung jawabkan perbuatan yang sudah mereka lakukan”, harapnya.

Atas pembajakan itu, sejumlah pemilik bagan mengaku mengalami kerugian puluh juta rupiah. (Adhy)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.