Mantan polisi yang berbasis di Rotterdam, Sarah Izat, menentang pembatasan tersebut dengan memperjuangkan hak untuk mengenakan jilbab saat bertugas. Pergeseran dari sekularisme untuk menjadikan polisi lebih inklusif bagi orang Belanda keturunan imigran telah memicu kontroversi sebagai isu perang budaya di antara kelompok sayap kanan.
sumber: republika





