Porostimur.com, Ambon – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Daerah Maluku, meminta Gubernur Hendrik Lewerissa tak hanya diam terkait persoalan aktivitas pertambangan PT Batulicin Beton Asphalt (PT BBA) di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.
BEM Nusantara secara terbuka mendesak Gubernur MalukuHendrik Lawerissa, diam dan tunduk pada tekanan para pengusaha besar yang dinilai merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.
Pernyataan sikap ini disampaikan Koordinator Daerah BEM Nusantara Maluku Adam R. Rahantan, melalui keterangan tertulisnya kepada sejumlah jurnalis, Sabtu (21 /6 /2025). Menurut dia, sikap BEM Nusantara merupakan bentuk respons terhadap keresahan masyarakat atas eksploitasi tambang galian C berupa pasir dan batu kapur oleh PT BBA di Desa Nerong dan Desa Mataholat, Kecamatan Kei Besar Selatan.
“Kami ingin menegaskan kalau pemuda Maluku berdiri tegak di belakang gubernur. Jadi tolong gubernur jangan takut terhadap tekanan atau lobi dari pengusaha-pengusaha nakal yang hanya mengejar keuntungan tanpa peduli terhadap lingkungan dan rakyat Maluku,” tegasnya.
Adam Rahantan bilang bahwa, PT BBA diketahui berkaitan denganAndi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), seorang pengusaha nasional yang dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.









