Beredar di Publik, Surat Mendagri Usulkan Bakal Calon Timsel KPU dan Bawaslu

oleh -159 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang seleksi calon anggota penyelenggara pemilu periode tahun 2022-2027 yang ditandatangani Tito Karnavian pada 4 Oktober 2021 telah beredar di publik.

Surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mengusulkan sejumlah nama untuk menjadi tim seleksi (timsel) KPU dan anggota Bawaslu periode 2022-2027. Surat dengan Nomor 270/5565/SJ berisikan sehubungan dengan akan berakhirnya masa keanggotaan KPU dan Bawaslu 2017-2022.

“Bersama ini dengan hormat dilaporkan kepada Bapak Presiden bahwa, poin pertama, sesuai ketentuan Pasal 22 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum, bahwa Presiden membentuk keanggotaan Tim Seleksi yang berjumlah paling banyak 11 orang dengan memperhatikan keterwakilan perempuan,” demikian bunyi poin pertama surat sebagaimana dikutip, Jumat (8/10/2021).

“Selanjutnya, Pasal 22 ayat 8 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang penyelenggaraan pemilihan umum, bahwa pembentukan tim seleksi calon anggota KPU dan calon anggota Bawaslu ditetapkan dengan Keputusan Presiden dalam waktu paling lama 6 bulan sebelum berakhirnya masa keanggotaan KPU dan Bawaslu,” isi poin kedua.

Poin ketiga, Tito menyatakan tim seleksi yang terdapat di UU 7/2017 Pasal 22 ayat 3 terdiri atas 3 orang unsur pemerintah, 4 orang unsur akademisi dan 4 orang unsur masyarakat.

Baca Juga  Terkait Pernyataan Herson, Ketua KKIG Bitung Naik Pitam

Kemudian, poin keempat, berdasarkan UU 7/2017 Pasal 23 ayat 4, tim seleksi melaksanakan tugasnya dalam waktu paling lama 3 bulan setelah tim seleksi terbentuk dan berakhir setelah menyerahkan daftar nominatif 14 usulan nama calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu ke Presiden.

“Berkenaan dengan poin 3, maka kami mengusulkan nama tim seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 sebagai bahan pertimbangan Bapak Presiden terkait penetapan tim seleksi,” demikian Tito Karnavian.

Berikut nama-nama bakal calon timsel KPU dan Bawaslu yang tertulis dalam surat Mendagri tersebut:

Unsur Pemerintah (dibutuhkan 3 orang)
1. Ketua Dewan Pengawas KPK/Mantan Ketua DKPP, Harjono diusulkan sebagai Ketua Timsel
2. Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemdagri, Bahtiar
3. Dirjen Otonomi Daerah Kemdagri Akmal Malik

Baca Juga  Gelagat Perlawanan Kubu Jokowi-Ganjar-Gibran Terhadap Kubu Megawati-Puan Maharani

Unsur Akademisi (dibutuhkan 4 orang)
1. Dosen UGM/Deputi Reformasi Birokrasi/Anggota Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional di Kempanrb, Erwan Agus Purwanto
2. Dosen Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga/Staf Ahli Kementerian Pembangunan Pedesaan Indonesia dan Transmigrasi, Airlangga Pribadi Kusman
3. Guru Besar UI/Psikologi, Prof Hamdi Muluk
4. Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Prof Muradi
5. Dosen Politik dan Pemerintahan UGM, Mada Sukmajati
6. Dosen FISIP Universitas Airlangga, Prof Hotman M Siahaan
7. Dosen FISIP Universitas Padjajaran, Mudiyati Rahmatunnisa
8. Peneliti bidang Politik Pemerintahan dan Pemilu LIPI, Prof Siti Zuhro
9. Ketua STIA LAN Jakarta/Guru Besar Ilmu Politik IPDN, Prof Nurliah Nurdin
10. Dosen Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah, Endang Sulastri
11. Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Farida Patittingi
12. Guru Besar Fakultas Psikologi UIN Suska Riau, Prof Hairunas
13. Dosen Hukum Pascasarjana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji

Baca Juga  Alumni Indonesia Mengajar Angkatan Ke-3 Berharap Generasi Halsel Bisa Berbahasa Inggris

Unsur Masyarakat (dibutuhkan 4 orang)
1. Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti
2. Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan
3. Aktivis/Pengamat Politik/Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampouw
4. Pengamat Politik/Ketua Badan Pengurus Centra Initiative, Al Araf
5. Ketua Yayasan Nurani Dunia/Sosiolog, Imam Prasodjo
6. Ketua Pengurus Cabang Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, Nur Hidayat Sardini
7. Presidium KAHMI Jawa Barat, Prof Fauzan Ali Rasyid
8. Wakil Ketua MUI bidang Pendidikan dan Kaderisasi, Zainuddin Syarif
9. Aktivis/Ketua Umum DPP Partisipasi Kristen Indonesia, Saut Hamonangan Sirait
10. Pengamat Politik/Anggota AIPI, Sri Budi Eko Wardani
11. Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Fisip UI, Aditya Perdana

(red/beritasatu.com)