Oleh: Hasan Bahta, Pemuda Buru Selatan
Setelah berkuasa seorang pejabat cenderung berusaha memperkaya diri ketimbang untuk mengabdi. Hasrat perkaya diri itu bermula dari keinginan hidup glamor dan bergaya tajir. Itulah mental para pejabat kita di negeri ini.
M. Fazil Pamungkas, kolumnis Historia.id berpendapat, keinginan para pejabat pribumi memiliki harta lebih banyak di luar kemampuannya datang dari keinginan membahagiakan keluarga. Menurutnya, inilah cikal bakal korupsi.
Belum lama ini, publik atau nitizen Kabupaten Buru Selatan, Maluku digegerkan dengan pemberitaan tentang dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh seluruh kepala desa di daerah tersebut (baca : porostimur.com). Total nilai uang yang ‘dicuri’ itu pun terbilang fantastis yakni sebesar Rp. 4,05 miliar.
Fenomena 81 kepala desa yang terlibat dalam korupsi secara bersamaan itu menarik untuk perbincangkan lebih lanjut. Menarik karena tindakan kejahatan itu dilakukan secara bersamaan, seolah-olah kompak, ada kompromi antar mereka, ada persetujuan secara bersama seluruh kepala desa. Dan memang begitu, tindakan korupsi tak akan mungkin dilakukan oleh hanya satu, ia pasti melibatkan banyak seperti yang dilakukan secara sadar 81 kepala desa tersebut.




