Berdasarkan itu, Jumhur sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berstatus sebagai terpidana dalam pengertian yang ia yakini, karena dasar hukum yang digunakan kemudian dibatalkan dalam proses tersebut.
Di titik ini, kita melihat satu pola yang konsisten: ia selalu berada di sisi yang berisik, bukan yang diam. Ia memilih risiko, bukan kenyamanan. Dan justru karena itulah kekhawatiran “beruang sirkus” menjadi relevan.
Karena lingkungan hidup bukan sekadar soal teknis, tetapi soal keberanian menghadapi kekuatan besar.
Di sana ada tambang dengan investasi triliunan, perkebunan dengan jaringan global, dan proyek-proyek strategis yang sering kali lebih kebal dari kritik daripada kebakaran hutan.
Masalah lingkungan kita hari ini seperti penyakit kronis yang sudah lama diabaikan. Mari tengok sebagian daftarnya.
Deforestasi berjalan seperti rutinitas birokrasi. Tambang meninggalkan lubang yang lebih setia daripada janji reklamasi.
Sungai berubah warna tanpa pernah mengajukan protes resmi. Dan banjir datang bukan sebagai tamu, tapi sebagai penghuni tetap.
Udara kota-kota besar menebal seperti janji kampanye —terasa, tapi sulit dipegang. Kebakaran hutan datang tiap tahun seperti ritual yang gagal dihentikan.







