Penulis: Muhamat Kamil, SP. Sekretaris PBB Kepulauan Sula
Bikin Rumah Dulu Baru Calon“. Ada apa dengan kalimat ini ? yang selalu lahir dalam momentum pilkada khususnya di kabupaten Kepulauan Sula.
Seingat beta kalimat ini sempat dibunyikan pada kontestasi PILKADA 2015 lalu, makna dibalik kata ini pesannya begitu jelas dipakai dan digunakan pada tujuan tertentu, apakah kalimat ini lahir sebagai representasi dari arogansi dan kesembongan para borjuis atau para pemodal yang ada negeri ini ?
Bila disimak dengan baik perspektif dari kalimat ini hanya melihat pada relasi materi semata, dogma yang kemudian dipakai mendoktri publik untuk melegitimasi kepemimpinan yang borjuis bermodal besar bahwa mencalonkan diri di Sula mesti modal besar, jelas ini keliru dalam konteks kepemimpinan.
Fakta hari ini kepemimpinan bormodal besar tidak berhasil menciptakan kondisi ekonomi daerah yang membaik, itu logis.
Bagi beta sesorang pemimpin yang matang harusnya memberi edukasi politik yang baik pada genarasi berikut sebagai basis argumentasi kedewasaan dalam berpolitik.
Jadi kalimat tersebut harusnya dikaji dulu sebelum menyampaikan di depan umum, walaupun bunyinya terdengar candaan politis untuk menyindir kelompok tertente, namun siapa saja bisa menafsirkannya sebagai bentuk ejekan.




