Keputusan Jokowi untuk menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dan mendukungnya pada Pilpres 2024 menghapuskan catatan panjang pelanggaran HAM yang dilakukannya.
Jokowi telah mengakui bahwa ia akan ikut campur dalam pemilihan presiden, dan memposisikan dirinya sebagai raja dalam pemilihan ini. Meskipun dia tidak pernah secara eksplisit mengungkapkan preferensi kandidatnya, dia telah memberikan petunjuk mengenai siapa yang mungkin dia dukung. Semua indikasi menunjukkan bahwa dukungannya condong ke arah Prabowo Subianto.
Berbagai jajak pendapat menunjukkan popularitas Jokowi. Peringkat persetujuan terhadap pekerjaannya telah melampaui 80 persen, angka yang biasanya diasosiasikan dengan autokrat. Para pakar, pakar, dan politisi berpendapat bahwa peringkat dukungan yang tinggi ini telah memungkinkan Jokowi untuk ikut campur dalam pemilu dan memilih penggantinya sendiri.
Namun peringkat persetujuan kerja yang tinggi dari presiden yang akan mengundurkan diri tidak serta merta berkorelasi dengan kekuasaan untuk mempengaruhi cara pemilih memberikan suara mereka. Beberapa orang berpendapat bahwa Jokowi mendapat tingkat dukungan yang tinggi karena keterampilan administratifnya, yang telah membawa kesuksesan ekonomi.









