Blunder

oleh -488 views
Made Supriatma

Kita semua tahu akhir cerita ini. Ternyata Ratna Sarumpaet sedang malakukan operasi plastik. Dan dengan seketika heroisme FZ runtuh.

Sama seperti kasus Ratna Sarumpaet, penulisan sejarah ini pun menuai kontroversi. FZ mengatakan bahwa tidak ada perkoz@@n massal terhadap perempuan-perempuan Tionghoa dalam kerusuhan Mei 1998. Pernyataan ini tentu saja menggemparkan karena walaupun tidak ada tindakan hukum namun bukti-bukti terjadinya perkoz@@n tersebut sangat kuat. Bahkan Presiden Habibie pun sudah minta maaf atas kejadian tersebut.

Orang-orang di lingkaran Prabowo melihat ini sebagai sebuah blunder besar. Perbincangan tentang kerusuhan Mei 1998 dan perkoz@@an perempuan-perempuan Tionghoa secara sistematis akan membawa kembali perbincangan pada hal yang menjadi peran Prabowo ketika itu.

Baca Juga  Hilirisasi Nikel Dorong Lonjakan PAD Maluku Utara dan Halmahera Selatan

Itu akan membuka memori tentang banyak hal. Tentang penculikan yang dilakukan sebelumnya, tentang orang-orang tidak dikenal, tentang trauma kaum minoritas terhadap militer, tentang tanggung jawab Prabowo di dalamnya. Juga mungkin orang akan ingat akan foto di mana Prabowo direndahkan sekali karena tanda pangkatnya dicopot oleh Wiranto (yang sekarang anehnya bertiwikrama menjadi Wantimpres).

Untuk para penjaga gerbang (gate-keeper) Prabowo, ini tentu berpontensi menjadi blunder. Sjafrie Sjamsuddin (Menteri Pertahanan) yang adalah orang sangat dekat dengan Prabowo kabarnya marah dengan statemen FZ itu. Dasco Zufmi Ahmad, wakil ketua DPR yang menjadi operator poliitk Prabowo, saya baca akan memanggil FZ. Di balik layar, kabarnya dia murka dengan statemen itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.