BMKG: Gempa M6,0 Melonguane Sulut Akibat Deformasi Lempeng Maluku

oleh -14 views
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono

Porostimur.com, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis terkait gempa dengan kekuatan M6,0 di Melonguane, Pantai Barat Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (13/6/2024), pukul 00.01 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,37° LU ; 126,63° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 kilometer Barat Laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada kedalaman 32 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.

Baca Juga  DPRD Maluku Minta Penegak Hukum Ambil Langkah Nyata Lindungi Perempuan dan Anak

Sementara, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kepulauan Talaud dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Kepulauan Sangihe dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan Manado dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

No More Posts Available.

No more pages to load.