Kemudian pada 6-8 Januari 2025 ada potensi hujan lebat di wilayah Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan sekitarnya.
Karena itu Sakimin meminta agar warga waspada dampak cuaca ekstrem, dan saat ini BMKG mengingatkan masyarakat terhadap potensi dampak turunan dari cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan terganggunya jarak pandang.
Dia juga mengimbau pemerintah untuk memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap menghadapi curah hujan tinggi dan peningkatkan koordinasi dan komunikasi antarpihak terkait untuk kesiapsiagaan bencana.
Masyarakat diminta untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mengambil langkah mitigasi, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate guna mendapatkan perkembangan terkini.
“Meningkatkan kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem,” tegas Sakimin. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









