“Silakan memindahkan kendaraan, perahu, maupun peralatan kerja ke tempat yang lebih tinggi. Dokumen penting juga perlu diamankan agar tidak rusak akibat genangan air laut,” kata Mujahidin.
Selain masyarakat, BMKG juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam hal sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan darurat di lapangan.
Transportasi Laut Berpotensi Terganggu
BMKG mengingatkan bahwa banjir rob yang disertai gelombang tinggi berisiko merusak sarana umum dan menghambat kelancaran transportasi laut antarwilayah di Maluku. Karena itu, warga sangat disarankan menjauhi area pantai saat puncak pasang air laut terjadi demi keselamatan.
“Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan media tepercaya agar dapat merespons perubahan kondisi secara cepat dan tepat,” tambah Mujahidin.
Dengan karakter wilayah Maluku yang didominasi kawasan pesisir dan kepulauan, kewaspadaan kolektif menjadi kunci. BMKG menegaskan, kesiapsiagaan sejak dini akan sangat membantu meminimalkan dampak banjir rob terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









