Dispersip Kota Ternate juga menghadirkan mobil perpustakaan keliling untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat yang hadir.
Beragam kegiatan produktif turut digelar, mulai dari diskusi buku, creative writing, teknik menulis sajak, musikalisasi puisi, pameran buku karya penulis Maluku Utara hingga meet and greet yang mempertemukan pembaca dengan para penulis.
Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menegaskan pentingnya buku dan budaya literasi dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, budaya membaca dan menulis harus terus dikembangkan karena penulis memiliki peran penting dalam menyediakan pengetahuan dan informasi bagi publik.
“Buku sangat penting dan menulis setara dengan guru. Penulis tidak bisa tergantikan oleh sistem informasi, karena tanpa penulis kita tidak mendapatkan informasi,” kata Sarbin.
Ia mengatakan, kemampuan menulis tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan membaca. Karena itu, peningkatan minat baca harus berjalan beriringan dengan dorongan kepada masyarakat untuk menghasilkan karya.
Sarbin berharap kolaborasi berbagai pihak dalam membangun budaya literasi di Maluku Utara dapat terus diperkuat, terutama dengan melibatkan generasi muda dalam kegiatan membaca maupun kepenulisan.






