“Festival bukan sekadar mencari menang atau kalah, melainkan sarana belajar, melatih mental, dan membentuk karakter disiplin serta sportivitas,” ujarnya.
Ia pun meminta seluruh peserta bermain dengan penuh kegembiraan, menjunjung kejujuran, serta menghormati lawan dan keputusan wasit.
“Saya berharap kepada para peserta untuk bermain dengan gembira, jujur, dan menghormati lawan maupun keputusan wasit,” pesan Bassam.
Menurutnya, pembinaan yang dimulai dari kelompok usia 10 hingga 12 tahun dapat menjadi fondasi penting bagi lahirnya pesepak bola berprestasi di masa mendatang.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai festival sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari pembinaan olahraga di Halmahera Selatan.
Orang Tua Diminta Tak Beri Tekanan
Bassam memastikan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga, khususnya pembinaan sepak bola usia dini.
Namun, pembinaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Pelatih dan orang tua memiliki peran penting dalam menjaga agar anak-anak menikmati proses bermain sekaligus berkembang sesuai kemampuan mereka.
“Pemerintah daerah tetap memberikan support atas terselenggaranya festival sepak bola usia dini. Saya berharap kepada orang tua dan pelatih untuk terus mendukung dengan positif tanpa memberikan tekanan berlebihan,” pungkasnya.










