Bukan Malam Terakhir

oleh -113 views

Melihatnya, ia jadi teringat pada Aries, sahabat lelakinya semasa di SMA dulu. Posisi duduknya yang mengarah ke geng motor tersebut, membuat Claudia dapat melihat apa saja yang sedang terjadi disana. Saat Claudia tengah menari dengan imajinasi, ia melihat salah seorang lelaki dari geng motor tersebut tengah berjalan menunju kearahnya. Tepatnya ke food court yang menyediakan es durian sebagai menu utama. Lelaki tersebutpun duduk di samping Claudia setelah memesan seporsi es durian. Dengan boomber hitam, sepatu gunung, celana berbahan levis, dan rambut yang sedikit basah, lelaki tersebut nampak serasi dengan Claudia yang memakai jilbab hitam, hoodie hitam, dan kulot abu-abu juga sneakers hitam setinggi mata kaki.

Baca Juga  Fraksi Demokrat DPRD Sula Koordinasi dengan ESDM Malut, Warga Terima Listrik Gratis

“Mba.” Sapa Sang lelaki pada Claudia.
“Em, iya. Ada apa?” Balas Claudia yang tengah memandang kearah jalan.
“Saya Gema, Mbanya?”

“Oh, saya Claudia.” Jawab Claudia dengan tampang yang tidak menyangka karena Gema tidak menjulurkan tangannya saat berkenalan. “Kamu muslim?” Tebak Claudia pada Gema. Sebenarnya ia tidak perlu bertanya agama disaat perkenalan dengan orang asing seperti ini, karena biasanya beberapa orang akan sangat sensitif jika ditanyai perihal agama. Tapi apa boleh buat, rasa kaingintahuannya tentang mengapa Gema tidak menjulurkan tangan saat berkenalan lebih besar daripada rasa sungkannya saat ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.