Bukan Malam Terakhir

oleh -111 views

“Gema, rambutmu basah, memang di daerah mana yang hujan?”
“Oh, ini. Tadi terkena air wudhu.” Jawab Gema santai sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan basah menggunakan tangan. Dan saat itu pula Claudia memandang kearah Gema yang masih pandangannya masih menyapu jalanan. Wajah Gema yang manis nyatanya hanya bisa ditatap sebentar saja oleh Claudia. Karena suara salah seorang anggota geng motor Gema telah mengultimatum anggota lainnya untuk segera melanjutkan perjalanan lagi.

“Eh, Cla, saya mau melanjutkan perjalanan lagi, ya. Bye, selamat tinggal, Cla.” Ucap Gema pada Claudia.
“Eh, iya, bye.” Balas Claudia singkat. Namun, saat Gema sedikit melangkah menjauhi tempat Claudia berdiri, Claudia pun memberikan sedikit kalimat pada Gema. “Gem, hati-hati, jangan ngebut, tadi aku liat pasien kecelakaan soalnya, karena konvoi motor.”
“Iya, Cla. Tenang saja, aku tidak begitu.” Jawab Gema santai saat berbalik badan kearah Claudia.

Baca Juga  Buka Peluang Kerja Sama Musik Internasional, Konsulat Australia Kunjungi IAKN Ambon

Saat Gema kembali ke teman-temannya, saat itulah Claudia juga kembali ke RS Hijau tempat Mama dan Adik Barunya berada. Langkahnya yang sedikit cepat membuat Claudia cepat sampai di pelataran rumah sakit elit itu. Namun, saat ia hendak melewati Gerbang Rumah Sakit, ia dikejutkan dengan suara dentuman yang disertai dengan decitan dari arah Lapangan Jingga. Betapa terkejutnya ia saat melihat sebuah truk tronton telah menutupi bahu jalan di lingkungan lapangan. Tak lama kemudian, dari kejauhan telah terlihat banyak orang yang berkerumun di sekitar truk kecelakaan itu. Claudia ingin melihat kejadian disana dengan lebih dekat, tapi, ketakutannya akan darah meruntuhkan keingintahuannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.