Buntut PeduliLindungi, Mahfud MD Tuding AS Lebih Banyak Melanggar HAM

oleh -118 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menuding Amerika Serikat (AS) lebih banyak dilaporkan melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dibandingkan Indonesia.

Mahfud MD mengklaim laporan pelanggaran HAM itu berasal dari Special Procedures Mandate Holders (SPMH).

Hal itu disampaikan Mahfud MD setelah Kementerian Luar Negeri AS mengeluarkan laporan tentang ada potensi pelanggaran HAM di PeduliLindungi, aplikasi yang digunakan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Kalau soal keluhan dari masyarakat, kita punya catatan bahwa AS justeru lebih banyak dilaporkan oleh Special Procedures Mandate Holders (SPMH),” ujar Mahfud MD melalui akun Instagramnya @mohmahfudmd, Jumat, 15 April 2022.

Berdasarkan laporan itu kata dia, AS melakukan pelanggaran 76 kali sementara Indonesia 19 kali dalam kurun waktu 2018-2021.

Baca Juga  Laporan Dugaan Korupsi KKP Malut Tatono di Meja Kajati

“Pada sekitar kurun waktu 2018-2021 misalnya, bedasar SPMH, Indonesia dilaporkan melanggar HAM 19 kali oleh beberapa elemen masyarakat, sedangkan AS pada kurun waktu yang sama dilaporkan sebanyak 76 kali,” kata Mahfud MD.

Meski demikian, ia menyebut laporan-laporan tersebut merupakan hal biasa dan bagus sebagai bentuk penguatan peran civil society.

“Laporan-laporan itu, ya biasa saja dan bagus sebagai bentuk penguatan peran civil society. Tapi laporan seperti itu belum tentu sepenuhnya benar,” katanya.

Terkait laporan AS soal potensi pelanggaran HAM di PeduliLindungi, Mahfud menyebut aplikasi tersebut justru dibuat untuk melindungi rakyat Indonesia dari penularan Covid-19.

“Jawaban saya kepada pers adalah bahwa kita membuat program PeduliLindungi justeru untuk melindungi rakyat. Nyatanya, kita berhasil mengatasi Covid-19 lebih baik dari Amerika Serikat (AS),” kata Mahfud MD melalui akun Instagramnya @mohmahfudmd, Jumat, 15 April 2022.

Baca Juga  Siapa yang Menyangka, Mahasiswa Matematika Unpatti itu, Kini Jenderal Bintang Tiga
Pernyataan Mahfud MD soal tuduhan pelanggaran HAM di aplikasi PeduliLindungi dari Kemenlu AS.
Pernyataan Mahfud MD soal tuduhan pelanggaran HAM di aplikasi PeduliLindungi dari Kemenlu AS.

Sebelumnya diberitakan Porostimur.com, Kemenlu AS dalam laporannya menyebut petugas polisi Indonesia kadang-kadang melakukan pengawasan tanpa surat perintah terhadap individu dan tempat tinggal serta memantau panggilan telepon.

“Pemerintah (Indonesia) mengembangkan PeduliLindungi, sebuah aplikasi smartphone yang digunakan untuk melacak kasus Covid-19. Peraturan pemerintah berusaha menghentikan penyebaran virus dengan mengharuskan individu memasuki ruang publik seperti mal melalui check-in menggunakan aplikasi,” demikian laporan AS tersebut di laman id.usembassy.gov, yang dirilis 13 April 2022.

Kemenlu AS menyebutkan LSM menyatakan keprihatinan tentang informasi apa yang dikumpulkan oleh aplikasi dan bagaimana data ini disimpan dan digunakan oleh pemerintah Indonesia. (red/pr)