Porostimur.com, Bula – Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri, akhirnya buka suara soal demonstrasi di daerah yang dipimpinnya, Jumat (20/6/2026).
Menurutnya, demonstrasi boleh saja dilakukan apabila ruang komunikasi dengan pemerintah daerah (Pemda) tertutup.
“Demo itu boleh saja, saya tidak larang. Tapi sebenarnya musti demo itu dilakukan ketika saluran komunikasi tertutup,” ujar Bupati Fachri menanggapi demonstrasi sejumlah kelompok beberapa hari lalu.
Bupati Fachri mengatakan, jika para pendemo meninilai pemerintah daerah salah, maka temui mereka lalu bicara.
Sebab, kata dia, mereka selalu buka ruang untuk siapapun yang ingin berdiskusi soal pembangunan daerah.
“Kita ini selalu buka ruang, kalau mau komunitas datang lalu kita bicara. Apa yang salah dari pemerintah daerah, betul menurut teman-teman kita diskusikan,” kata bupati.
Orang nomor satu di kabupaten berjuluk “Ita Wotu Nusa” itu mengingat, para pendemo juga harus memiliki narasi dan isu yang kuat saat melakukan demonstrasi agar mudah dipahami.
“Saya sangat senang jika pendemo beri ide positif untuk daerah. Tapi kalau temanya soal apa yang menjadi kewenangan pemerintah daerah itu berarti sulit. Jadi kalau teman-teman bilang pak itu subjektif, memang iya. Karena memang itu kewenangan penuh pemerintah daerah,” pungkasnya.









