Cerita Mahasiswi Asal Indonesia Jadi Wanita Simpanan di Jepang, Penghasilannya Rp 33 Jutaan Sebulan

oleh -705 views

“Sebenarnya, saat ini saya menjalankan dua toko pupuk di daerah pedesaan dekat Jakarta. Jumlah investasi masing-masing sekitar 700.000 yen, tetapi keuntungan gabungan dari kedua toko tersebut stabil sekitar 80.000 yen setiap bulan. Omong-omong, ini dua kali lipat dari awal,” ungkap lulusan sebuah universitas di Indonesia itu.

“Ke depan, saya ingin mengembangkan bisnis saya dan membuat ayah dan ibu saya menjalani kehidupan yang baik,” katanya.

“Apa artinya menggunakan dana bisnis sebagai ayah? Saya hanya berdoa agar faktanya tidak diungkapkan kepada orang tua saya.”

Papa katsu mengacu pada pencarian lelaki dewasa oleh wanita muda, biasanya melalui media sosial, untuk menjadikan lelaki itu “seorang ayah”.

Kemudian wanita itu menerima bantuan hadiah dan uang sebagai imbalan atas kegiatan seksual yang diterima sang pria.

Baca Juga  Doa yang Tak Mati di Tepi Laut

Penulis Yuuki Okukubo Lahir di Prefektur Ehime pada tahun 1980.

Dia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Sophia.

Setelah drop out dari City University of New York, melakukan wawancara di China.

Setelah kembali ke Jepang pada tahun 2008, ia telah melakukan wawancara dengan tema “Dampak kebijakan nasional dan acara internasional pada pengguna akhir dan masyarakat bawah tanah.”

No More Posts Available.

No more pages to load.