Cerita Sella Eleuwarin, Guru Dadakan di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pandemik Covid 19 merupakan bencana non alam yang telah memporak-porandakan semua sendi kehidupan manusia di dunia, baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun dunia pendidikan.

Untuk pendidikan akhirnya para murid, siswa dan mahasiswa harus belajar di rumah secara online dan bukan hanya itu tetapi pendampingan pun harus dilakukan, apalagi murid-murid sekolah yang masih berada di Sekolah Dasar kata Ny Sella Eleuwarin/M

Kepada Porostimur.com Ny Eleuwarin/M mengatakan, pada prinsipnya pendidikan itu merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun perorangan( orang tua)

Lanjutnya, anak- anak ini adalah generasi bangsa dan karena itu sebagai orang tua Saya merasa bertanggung jawab untuk mendampingi anak-anak ini untuk belajar, sehingga mungkin yang mereka tidak tahu dan mengerti saya berusaha untuk menjelaskan, sekalipun Saya bukan seorang guru ataupun bukan memiliki disiplin ilmu pendidik.

Link Banner

“Yang belajar di rumah saat ini bukan anak-anak Saya, tetapi mereka adalah anak- anak yang ada di lingkungan ini (Karang Tagepe/ Farmasi Atas), kota Ambon Provinsi Maluku dan di antara mereka ada dua anak Saya”, kata Ny Eleuwarin/M.

Baca Juga  Manusia Tidak Dirancang untuk Bahagia, Jadi buat Apa Mengejar Kebahagiaan?

“Belajar seperti ini awanya sangat kaku karena berhadapan dengan anak- anak yang punya karakter yang berbeda-beda, tapi seiring berjalannya waktu, Saya juga bisa menguasai karakter mereka sehingga belajar bersama ini pun menjadi lancar,” jelas Ny Eleuwarin/M.

Ketika ditanya bagaimana perhatian pihak sekolah, menurutnya selama pandemik Covid-19 dan belajar online para guru memantaunya lewat daftar hadir yang di kirim setiap saat selesai belajar dan dikirim lewat WA sekolah SD Negeri 38 Ambon.

Di samping itu ada juga pulsa data dari dinas pendidikan kota ambon dan untuk kepentingan masa depan anak-anak yang 10 orang ini saya yang pertama harus tinggalkan pekerjaan dan belajar bersama-sama, mereka belajar setiap hari mulai dari jam 10 pagi sampe jam 12 siang.

Baca Juga  Polres Buru Gelar Acara Pisah Sambut Kapolres

“Karena itu saya minta, ini juga harus ada senergitas pihak sekolah dan orang tua”, imbaunya. (olof)