Melangkah ke arah lift, lalu masuk dan turun ke lantai 1.
Karena tak ada kegiatan lagi di kampus, maka saya bergegas pulang ke rumah.
Sebagai seorang mahasiswa yang punya kesibukan khusus di kampus memang lumayan tidak mudah. Akan tetapi, saya sedikit bangga karena terlibat di organisasi intra kampus.
Semenjak bergabung bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI) saya melihat wajah dan senyumanmu itu, untuk pertama kalinya. Bukan lagi khayalan, namun ini sudah jadi kenyataan.
Kadang aku tak luput dari kata melamun, karena terpikat melihat rupamu itu.
Jauh perjalanan yang Aku tempuh bersama sisa-sisa detik dari menit jarum waktu. Tak terasa awal yang tadinya hanya mengenal, perlahan mulai tumbuhnya tunas baru. Tunas sebuah perasaan, yang tak mampu ditahan. Namun, hanya bisa dikurung dalam ruang dan waktu.
Waktu itu, jam makan siang sudah berlalu. Jarum waktu mulai menunjukkan pukul 13:10. Tiba-tiba notif terpajang di bilah sisi atas handphoneku. Aku berpikir itu hanyalah notif Telkomsel, yang setiap harinya menagih pulsa pinjamanku. Namun ternyata itu kabar darimu. Dan yang engkau kirim bukanlah tulisan maupun catatan. Akan tetapi, itu adalah selembar foto dengan ukuran yang lumayan besar sesuai ukuran layar hanphoneku.










