City Gallery Didorong Jadi Ruang Hidup Sejarah, Budaya dan Ekonomi Kota Pusaka

oleh -13 Dilihat
Gagasan menjadikan City Gallery bukan sekadar ruang pajang sejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang mempertemukan memori, pengetahuan, budaya, masyarakat hingga kekuatan ekonomi kota, mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Identitas Kota Pusaka”.

Porostimur.com, Ternate – Gagasan menjadikan City Gallery bukan sekadar ruang pajang sejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang mempertemukan memori, pengetahuan, budaya, masyarakat hingga kekuatan ekonomi kota, mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Identitas Kota Pusaka”.

Seminar yang berlangsung di Aula Banau Kampus I Universitas Khairun, Jumat (28/8/2026), itu menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Forum tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kota Ternate, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Bank Indonesia, hingga JKPI.

Mereka membedah satu gagasan yang sama: bagaimana sejarah dan kekayaan budaya sebuah kota tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi dapat diolah menjadi pengetahuan publik sekaligus kekuatan pembangunan.

Lima narasumber hadir dengan perspektif masing-masing. Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., mengangkat tema “City Gallery dan Identitas Kota Inklusif: Sebuah Perspektif Historis dan Budaya Lokal”.

Baca Juga  Peringati Maulid Nabi 1448 H, Bupati Sula Ajak Warga Perkuat Kepedulian dan Persaudaraan

Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Dr. Andi Abubakar, S.IP., M.Si., membahas transformasi City Gallery sebagai ruang inklusif untuk memperkuat identitas kota pusaka.

No More Posts Available.

No more pages to load.