Damage Control

oleh -40 Dilihat

Jelas bahwa pemerintah sedang melakukan damage control alias pencegahan kerusakan yang lebih luas. Kegiatan-kegiatan pemerintah di media sosial juga bertambah kencang akhir-akhir ini.

Namun berbeda dengan rejim Jokowi yang mahir menggunakan buzzer yang kreatif, rejim Prabowo sesuai dengan karakternya lebih memanfaatkan lembaga-lembaga negara untuk bertarung di media sosial. Itulah sebabnya isi medsos lembaga-lembaga pemerintah ini lebih berisi propaganda dan muka pejabat ketimbang usaha kreatif menggoreng isu.

Walaupun ada juga sih beberapa ‘buzzeRp swasta’ yang disewa untuk menghantam pengkritik pemerintah. Mereka umumnya meneruskan narasi seperti antek asing. Namun karena duitnya terbatas, kreativitas mereka pun terbatas. Dan malah beberapa saya lihat tidak mampu merespon tanggapan balik dari netizen yang sudah belajar cukup lama menghadapi para buzzeRp ini.

Baca Juga  Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Prioritaskan Pasokan untuk PLN dan Industri Dalam Negeri

Saya menonton beberapa segmen pertemuan presiden dengan beberapa jurnalis-pakar-influencer ini. Terus terang, ini membosankan. Yang menarik cuman segmen ketika Najwa Shihab (Nana) dari NarasiTV mempertanyakan soal penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, wakil koordinator Kontras.

Presiden mengatakan bahwa ini tindakan teror. Ia berjanji akan mengusut tuntas “siapa yang menyuruh dan membayar” para pelakunya. Dan kita semua tahu bahwa Puspom TNI sudah menetapkan empat tersangka. Mereka berasal dari Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI.

No More Posts Available.

No more pages to load.