“Ayat itu kalau dilanjutkan, Bapakmu bukan orang jahat, Ibumu bukan wanita tuna susila. Kok bisa kamu hamil tanpa suami, punya anak,” tuturnya.
Namun, terang UAS, saat itu Maryam diam dan hanya menunjuk kepada bayinya. Kemudian, terjadilah mukjizat.
Anak (Isa Almasih) itu berkata, “aku adalah hamba Tuhan. Tuhan memberikanku Alkitab (Injil). Aku diberkati di mana pun aku berada”.
Jadi, tegas UAS, Islam menempatkan Nabi Isa tidak sebagai anak zina, tetapi seorang Rasul utusan Allah.
Islam membersihkan dari tuduhan-tuduhan yang diserang oleh orang Yahudi kepada Nabi Isa As.
Sangat tidak mungkin, kata UAS, ada orang Islam melecehkan Maryam dan Isa Almasih. Sebab, di dalam Islam mereka adalah wanita saleha, seorang nabi yang terbaik.
“Kesimpulannya tidak ada orang Islam yang akan mencela Nabi Isa dan Maryam, karena mereka di dalam Al-Qur’an disebut sebagai Ibu yang baik, suci, saleha yang melahirkan seorang anak yang baik, saleh, juga rasul utusan Allah,” pungkas UAS.
(red/jpnn)











