Tak hanya itu, lanjut Jheper, Danramil juga melontarkan kata-kata kasar sambil terus melakukan pemukulan.
“Beliau tanya kami datang izin siapa, lalu pukul bagian belakang kepala, pipi, dan jidat saya. Sambil maki-maki bilang ‘Kamong punya apa disini, kamong tai seng pake di sini’,” tutur Jheper.
Menurutnya, Danramil juga sempat menyentil soal keberadaan tentara dan penguasaan lahan di wilayah Mataholat. Beberapa kali pukulan kembali mendarat selama percakapan singkat itu berlangsung.
Video pengakuan ini langsung menyulut respons keras dari warganet. Akun bernama Bung R.S menulis, “Harus usut tuntas!” Sementara akun lain, @Hen Watubun, menegaskan, “Cari pelaku tuh!”
Hingga berita ini diturunkan, Danramil Elat Lettu Infanteri Nirwan Boiratan belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp belum direspons.
Kejadian ini menambah daftar panjang kekhawatiran publik terhadap praktik kekerasan oleh aparat di daerah, sekaligus mendorong desakan agar institusi TNI melakukan investigasi internal dan transparan terhadap dugaan pelanggaran oleh anggotanya. (Mega)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









