Dari Mimbar Gereja hingga Tenda Pengungsian, Gubernur Maluku Tegaskan Negara Tak Tinggalkan Warga Kariu

oleh -1 Dilihat

“Kerinduan beta untuk kembali beribadah bersama jemaat Kariu akhirnya dijawab Tuhan hari ini. Beta pernah berjanji akan kembali, dan hari ini beta datang bukan hanya sebagai Gubernur, tapi sebagai saudara seiman,” ujar Lewerissa.

Ia menegaskan, kehadirannya di Kariu adalah bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan negara kepada warganya.

“Beta tidak mau warga Kariu merasa tertinggal. Beta mau basudara semua merasa bahwa negara hadir, pemerintah ada, dan katong ada bersama-sama di Kariu,” tegasnya.

Meski harus membagi perhatian ke seluruh wilayah Maluku, mulai dari Tenggara Raya, Buru, Seram, Banda hingga Ambon, Lewerissa mengakui Kariu memiliki tempat tersendiri di hatinya.

“Beta berdiri di sini bukan hanya sebagai Gubernur Maluku, tapi sebagai warga gereja dan saudara seiman,” katanya.

Baca Juga  Old Trafford Jadi Taman Bermain Brighton, Man United Kembali Dipermalukan

Menyusuri Tenda-Tenda Pengungsian

Usai ibadah, Gubernur dan rombongan meninjau langsung tenda-tenda pengungsian. Di lokasi itu, kondisi memprihatinkan masih terlihat jelas. Dari total kebutuhan pembangunan rumah pascakonflik, baru sekitar 50 unit yang selesai, sementara 207 unit rumah warga belum dibangun dan masyarakat masih bertahan di tenda darurat.

Lewerissa menjelaskan, secara regulasi pembangunan rumah pascakonflik merupakan tanggung jawab pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun, ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam.

No More Posts Available.

No more pages to load.