Dari Simore hingga Nyinga Moi, Harita Nickel Bangun Literasi Anak Obi lewat Rumah Belajar

oleh -128 views

“Anak-anak sekarang banyak main HP, jadi kurang fokus belajar. Dengan adanya rumah belajar ini, kami berharap mereka bisa lebih fokus dan punya kegiatan yang lebih bermanfaat,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Di Desa Gambaru, Rumah Belajar Simore yang aktif sejak 2024 telah menjadi bagian dari kehidupan warga. Anak-anak belajar membaca, sementara para orang tua, terutama ibu, berkumpul dan saling berbagi cerita. Dari interaksi sederhana itu, tumbuh dukungan sosial yang memperkuat optimisme terhadap masa depan anak-anak.

Syaiful Bahry, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara, melihat fenomena ini melampaui fungsi pendidikan secara formal.

“Kehadiran ruang publik komunal seperti rumah belajar dapat mereduksi stres, mempererat hubungan sosial, dan menumbuhkan harapan orang tua terhadap anak-anaknya,” ucapnya.

Ia menyebut, harapan merupakan komponen penting dalam kesejahteraan psikologis. Kehadiran rumah belajar memberi sinyal positif bahwa anak-anak di pelosok memiliki peluang masa depan yang lebih baik.

Baca Juga  Apa Itu Haji Mabrur? Ini Ciri-ciri dan Cara Meraihnya

Pendekatan pembelajaran yang diterapkan pun menyesuaikan dengan kebutuhan anak usia dini. Konsep fun learning menjadi kunci, di mana anak belajar melalui bermain tanpa tekanan.

No More Posts Available.

No more pages to load.