Porostimur.com – Saumlaki: Tanimbar yang saat ini menjadi salah satu wilayah strategis dalam mega proyek nasional yakni pengelolaan Blok Masela yang membawa dampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun kenyataan hari ini berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakat.
“Tanimbar per hari ini mengalami begitu banyak persoalan yang berakibat pada kesengsaraan masyarakat. Ada begitu banyak persoalan terkait pengelolaan keuangan daerah yang tidak berpihak kepada rakyat dan berujung pada kesengsaraan rakyat.” ungkap Koordinator Lapangan Defota Rerebain saat berorasi di Saumlaki, pekan lalu.
Rerebain mengatakan, dinamika kehidupan sosial dikabupaten bertajuk Duan Lolat per hari ini mengalami kemunduran, tangisan digubuk gubuk derita yang membuat kami merasa terpanggil untuk tetap hadir untuk menyuarkan suara kebenaran melawan rezim yang menyengsarakan rakyatnya sendiri.
Maka sekalipun Negara dan Daerah ini masih ada dalam situasi perang melawan Pandemic Covid-19, kami harus berdiri di Negeri ini untuk menyampaiakan beberapa poin.
“Kami masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan ini memberikan dukungan penuh kepada Polres Kepulauan Tanimbar dan Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara Barat untuk menegakan supremasi hukum terhadap tindak pidana KORUPSI dan semua pelanggaran hukum yang merugikan keuangan Negara dan Daerah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” paparnya.









