di pelukan tarakani, tanpa aya-aya dan sosiru
kami tapis-tapis rindu kami
kami aya-aya rindu kami
seperti mama menapis padi
seperti mama mengaya tepung
semakin kami tapis rindu semakin menjadi
semakin kami aya rindu semakin luka parah
tapi kami harus pergi
entah berapa lama
meninggalkan ibu
dalam sepi.
Dari Timur Ibu, 2022.
=======
LIMA KALI SUDAH KITA GAGAL
Lima kali sudah kita gagal melepas pandara
dari kota yang harum rempah dan sejarah
(walau itu tinggal nama)
di ujung tanduk kepergian
kita bukan risau kepada musim dan cuaca
atau kepada angin yang datang tak kita baca
atau kepada hujan yang turun tak kita duga
atau kepada ombak yang tiba-tiba mendera
bukan juga kepada kota yang dulu
menyusui kini mulai menghisap
kita risau dengan diri sendiri
mengapa tuju tak kita ubah
sebelum mama melepas
dan kita pergi.
Lima kali sudah kita gagal melepas pandara
dari kota yang bersumpah,
kami bersumpah
Ternate adalah kota rempah
rempahnya kami makan
sampahnya kami biarkan.
Kami bersumpah
Ternate adalah kota sejarah
kotanya kami berdayakan
sejarahnya kami timbun.
Kami bersumpah
kami tak tahu
ini sumpah siapa.
2021.
======









