Saat ini, ujarnya, BUMN masih memiliki kuota impor sekitar 300.000 ton gula konsumsi yang harus direalisasikan.
“Kita akan mulai lelang, mudah-mudahan bisa terealisasi masuk bulan Desember sampai akhir tahun. Kalau pun belum bisa, sisanya nanti masuk awal tahun depan,” ungkapnya.
“Kita akan beli dari Brasil, karena dari Thailand sudah nggak dapat lagi. Sementara, Brasil itu sedang jadi tumpuan permintaan gula dunia. Jadi mungkin butuh waktu sekitar 1 bulan ke Indonesia,” papar Aris.
Naik Rp1.500
Mengutip surat tertanggal 3 November 2023, yang ditujukan kepada pimpinan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dan Dewan Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta agar dilakukan penyesuaian harga gula.
Ada 2 keputusan yang disebutkan di dalam surat, yang menurut Bapanas sebagai hasil rapat pemerintah:
1. Berdasarkan perhitungan input kondisi harga gula yang wajar, maka harga gula konsumsi di tingkat ritel atau konsumen sebesar Rp16.000 per kg.
2. Untuk daerah/ wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Data, dan wilayah 3TP (tertinggal, terluar, terpencil, dan perbatasan), harga gula konsumsi di tingkat ritel atau konsumen sebesar Rp17.000 per kg.




