Dijelaskan Walikota, ada dua kegiatan yang dilaksanakan dalam event tersebut, yang pertama adalah pengabadian nama musisi nasional dan internasioanl asal Maluku dan Kota Ambon dalam prasasti mini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, serta festival musik rakyat di sejumlah lokasi.
“Pada beberapa titik secara serentak ada tujuh panggung pertunjukan musik, yang menunjukan ciri khas, dan warisan musik di kota Ambon, yakni Hadrat dan Totobuang, Hawaiian, Ukulele, Band, Brass Musik dan Band lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku, Murad Ismail, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mengatakan Pemerintah Provinsi Maluku, mendukung dan mengapresiasi upaya pengembangan kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO.
Dijelaskan Musik telah menjadi anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat Kota Ambon yang menjadi mahakarya kebudyaan yang eksotik, tingkat peradaban yang tinggi serta menjadi identitas anak Maluku dimanapun berada.
Ditandaskan, peringatan dua tahun pengukuhan Ambon sebagai kota kreatif berbasis Musik oleh Unesco, harus menjadi peluang untuk mengembangkan seni musik masyarakat dan serta upaya konkrit, seluruh pemangku kepentingan untuk bangkitnya sektor pariwisata dan Ekonomi kreatif di Maluku.










