Dinasti Politik: Apakah Arti Sebuah Keluarga?

oleh -479 views

Dalam periode kedua kekuasaannya, keluarga Presiden Jokowi mulai menduduki posisi jabatan publik lewat pemilihan. Hanya setahun setelah terpilih, anak dan menantunya maju menjadi wali kota di Solo, tanah kelahirannya, dan di Medan.

Tidak itu saja, beberapa waktu lalu, putra bungsunya, Kaesang Pengarep, menjadi ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya dua hari setelah menjadi anggota partai itu.

“The Jokowi’s take over” itu, saya cenderung menyebutnya demikian, bisa dipandang sebagai upaya konsolidasi kekuasaan di pihak keluarga Jokowi.

Banyak pihak mengatakan bahwa Kaesang adalah wakil kaum muda, generasi Z, yang sekarang sedang tumbuh — dan menjadi pemilih pemula di Indonesia. Dan, dalam sejarah Republik ini, memang banyak anak-anak yang masih sangat muda menjadi pemimpin. Sutan Sjahrir menjadi Perdana Menteri di masa awal Republik pada usia 28 tahun.

Namun apa yang membedakan para pemimpin ini dengan yang terjadi sekarang adalah bahwa mereka yang terdahulu itu sudah matang secara ‘ideologi.’ Mereka punya ide-ide besar untuk mengelola masyarakat dan mewujudkan masyarakat apa yang ingin mereka bentuk.

Baca Juga  Mengenal Suku-Suku di Maluku: Harmoni dari Negeri Rempah yang Mendunia

Lagipula, anak-anak muda pendiri Republik ini tidak hiudp dalam kondisi “glowing” kekuasaan. Semaun, Alimin, dan Darsono membuat partai politik dengan resiko masuk penjara. Dan, itulah yang akhirnya mereka alami. Sjahri menjadi Perdana Menteri ketika kekuasaan Republik sedang genting.

No More Posts Available.

No more pages to load.