Porostimur.com, Jakarta – Partai Golkar mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 5 persen pada pemilu mendatang. Angka tersebut dinilai moderat dan masih memberi ruang bagi partai politik untuk bersaing secara sehat menuju parlemen.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji, mengatakan usulan itu sedikit lebih tinggi dibandingkan ambang batas pada pemilu sebelumnya, namun tetap dalam batas yang realistis.
“Untuk ambang batas parlemen kami mengusulkan angka yang moderat saja yaitu 5 persen. Sedikit di atas ambang batas parlemen di pemilu lalu,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Dinilai Masih Beri Ruang bagi Parpol
Menurut Sarmuji, angka 5 persen cukup ideal karena tidak menutup peluang partai politik untuk lolos ke DPR, selama mendapatkan dukungan signifikan dari masyarakat.
“Cukup ideal karena seharusnya semua partai masih punya kesempatan mencapainya, tinggal rakyat yang menjadi penentu,” katanya.
Ia menilai, ambang batas tersebut tetap menjaga keseimbangan antara penyederhanaan partai di parlemen dan prinsip representasi politik.
Dorong Efektivitas Sistem Presidensial
Lebih lanjut, Sarmuji menegaskan bahwa kombinasi antara ambang batas parlemen dan ambang batas pembentukan fraksi di DPR akan berdampak positif terhadap efektivitas sistem pemerintahan.










