Diparangi OTK Seorang Kakek Alami Luka di Sekujur Tubuh

oleh -4.280 views
Link Banner

Porostimur.com | Saparua: Telah terjadi tindakan penganiayaan dengan menggunakan alat tajam berupa (parang) oleh OTK terhadap seorang kakek David Sapulette yang mengakibatkan korban mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuhnya.

Kejadian tersebut, terjadi di Hutan Matahotal Negeri Sirisori Amalatu, Kec. Saparua Timur Kab. Maluku Tengah, pada Senin (15/3/2021) kemarin, sekitar pukul 18.00 WIT.

Adapun identitas korban sekaligus saksi, yakni David Sapulette (korban), TTL. 31 Desember 1946, bekerja sebagai petani, warga Negeri Sarisori Amalatu Kec. Saparua Timur, Kab. Maluku Tengah.

Sementara Saksi-1, bernama Yuliana Sapulette/Lilikwatil (isteri Korban), TTL 07 Juli 1949, seorang petani, Agama Kristen Protestan, Alamat Negeri Sarisori Amalatu Kec. Saparua Timur Kab. Maluku Tengah. Saksi-2. Bernama Andre Sapulette (cucu Korban), TTL 31 Agustus 2005, seorang Pelajar Agama Kristen Protestan, Alamat Negeri Sarisori Amalatu Kec. Saparua Timur Kab. Maluku Tengah.

Menurut keterangan korban (David), pukul 18.00 WIT korban, bersama istrinya Yuliana Sapulette (saksi-1) serta cucunya Andre Sapulette (saksi-2), pulang dari kebun sambil berjalan kaki dari kebun menuju ke Negeri Sirisori Amalatu. Di perjalanan, korban berjalan paling depan dari mereka berdua yang berada dibelakang korban.

Baca Juga  Sebar Pernyataan Internasional, Veronica Koman Sebut Nama Wiranto

Korban pulang dari kebun dengan memikul Pisang dibahu kanan. Saat tiba di dusun Matahotal Negeri Sirisori Amalatu, tiba-tiba korban dihadang oleh OTK yang sudah menunggu korban pulang dari kebun. Saat korban dihadang dengan spontan, pelaku menyerang korban dan penganiayaan dengan memotong korban menggunakan parang dari arah sebelah kanan, lalu mengenai bahu kanan korban. Bahkan kayu yang dipakai korban untuk memikul pisang (hahalang) juga putus dibahu korban.

Pelaku terus melakukan penganiayaan dengan memotong korban dari tangan kanan, punggung sebelah kiri, punggung sebelah kanan dan kepala Korban. Karena tidak bisa melawan pelaku, korban melarikan diri ke arah Jalan Raya. Saat korban melarikan diri pelaku sempat berteriak “erik pele disitu” dan “belim tahu orang Saparua”.

Selanjutnya pelaku melarikan diri kedalam hutan. korban tidak mengenali pelaku karena pelaku saat melakukan penganiayaan menggunakan masker menutupi wajah.

Baca Juga  Resmi Jabat Pangdam Pattimura, Senin Besok Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahawarin Tiba di Ambon

Menurut keterangan Yuliana sapulette yang adalah istri korban (saksi-1) dan Andre Sapulette cucu korban (saksi -2) , pada saat korban pulang dari kebun, dan setibanya ia di dusun Matahotal, Yuluana dan Andre sempat bertemu dengan pelaku. Yuliana sempat bertanya kepada pelaku “nyong mau kemana? Tetapi tidak dijawab oleh pelaku.

Selanjutnya pelaku berjalan menuju kearah korban dan melakukan penganiayaan dengan memotong korban sebanyak 2 kali. Yuliana sempat berteriak “Da Lari”, Ia juga berteriak kepada cucunya “Andre lari”. Karena takut, Yuliana dan Andre melarikan diri kearah Negeri Tuhaha sambil meminta pertolongan. Saat sementara berlari, Yuliana sempat mendengar teriakan dari pelaku “erik pele disitu”.

Setelah itu, mereka berdua bertemu dengan kepala sekolah SMP 1 Saparua dan meminta pertolongan. Lalu kepala sekolah SMP 1 Saparua menolong korban yang sudah berada di jalan raya, dan dilarikan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Saparua (RSUD).

Baca Juga  KEI Akan Operasikan Utility Boat Buatan Anak Negeri

Untuk di ketahui, Kedua saksi tidak mengenal pelaku karena pelaku menggunakan masker menutupi wajah.

Pada pukul 18.30 WIT, Anggota satgas Dpp. Letda Diky S. tiba di TKP dan mengamankan TKP serta mencari pelaku.

Setelah itu, pada pukul 19.30 WIT, Anggota Polsek Saparua Dpp. Kapolsek dan Camat Saparua Timur tiba di TKP. berkoordinasi dengan Raja Negeri Sirisori Amalatu untuk menenangkan masyarakatnya dan menyerahkan permasalahan ini kepada pihak keamanan. Sampai pada pukul 22.30 WIT, penanganan medis terhadap korban selesai, selanjutnya korban akan dirujuk besok ke Ambon.

Adapun Kerugian-kerugian antara lain, Kayu yang dipakai pikul oleh korban putus menjadi dua, kemudian Korban mengalami luka terbuka di bahu kanan panjang 8 cm dan mengenai tulang serta pembuluh darah. Ada juga Luka terbuka di punggung kiri 5 cm, punggung kanan 6 cm, di tangan kanan cm 5 dan di kepala sebelah kiri 7 cm. (valen)